Rabu, 21 Januari 2015

Manusia dan Tanggung Jawab



TANGGUNG JAWAB
Tanggung jawab adalah keadaan wajib menanggung segala sesuatunya atau, tanggung jawab adalah kesadaran manusia akan tingakah laku atau perbuatannya yang disengaja maupun yang tidak disengaja. Tanggung Jawab juga berarti berbuat sebagai perwujudan kesadaran akan kewajibannya.
Seseorang mau bertanggung jawab karena ada kesadaran atau keinsafan atau pengertian atas segala perbuatan dan akibatnya dan atas kepentingan pihak lain. Tanggung jawab bersifat kodrati, artinya sudah menjadi bagian kehidupan manusia, bahwa setiap manusia pasti dibebani dengan tanggung jawab.

Macam-Macam Tanggung Jawab
  • Tanggung Jawab Terhadap Diri Sendiri
Contoh:
Sindii mengendarai mobil dengan kecepatan tinggi karena ia sudah terlambat datang kekantor dan menerobos lampu merah lalu ia harus berurusan dengan polisi karena telah melanggar aturan berlalu lintas akibatnya ia berada dikantor polisi. Konsekuensinya ia harus kekantor polisi dan tidak pergi kekantor. Itu adalah salah satu contoh tanggung jawab terhadap diri sendiri. 
  • Tanggung Jawab Terhadap Keluarga
Contoh:
Seorang ibu yang mempunyai tanggung jawab dan berkewajiban mendidik anak-anaknya dan seorang ayah yang mempunyai tanggung jawab dan berkewajiban untuk menafkahi keluarganya.
  • Tanggung Jawab Terhadap Masyarakat
Contoh:
Andri merupakan salah satu warga desa Payobasuang, di desa tersebut sedang diadakan pembangunan masjid yang dilakukan secara bergotong royong. Andri di undang oleh ketua RT untuk dapat bergabung dengan warga lain dalam pembangunan masjid yang diadakan pada hari Minggu. Andri sebagai manusia yang sadar akan pentingnya hubungan sesama menghadiri dan ikut membantu dalam proses gotong royong dalam pembangunan masjid.
  • Tanggung Jawab Kepada Bangsa dan Negara
Contoh :
Pada pemilu presiden kemarin dua kandidat yakni Prabowo dan Jokowi bersama-sama berusaha menarik empati rakyat untuk dapat memilih mereka sebagai presiden. Didalam kampanye yang mereka lakukan, mereka selalu menaati aturan-aturan kampanye yakni tidak adanya ricuh atau bentrokan diantara kedua kubu, mereka juga membuktikan bahwa dengan sportif menerima hasil pemilu yang telah dilakukan tanpa adanya aksi anarkis.
  • Tanggung Jawab Terhadap Tuhan
Contoh:
Sebagai seorang muslim kita diperintahkan untuk melaksanakan sholat lima waktu dalam sehari. Namun terkadang kita masing sering meninggalkan sholat. Berarti kita sudah meinggalkan tanggung jawab kita terhadap tuhan. Untuk itu sebagai manusia yang rasa tanggung jawab kepada tuhan kita haruslah melaksanakan sholat lima waktu dengan tepat waktu.

Pengabdian dan Pengorbanan
Wujud tanggung jawab juga berupa pengabdian dan pengorbanan. Pengabdian dan pengorbanan adalah perbuatan baik untuk kepentingan manusia itu sendiri.
a.)     Pengabdian
Pengabdian adalah perbuatan baik yang berupa pikiran, pendapat ataupun tenaga sebagai perwujudan kesetiaan, cinta, kasih sayang, hormat, atau satu ikatan dan semua itu dilakukan dengan tulus tanpa mengharapkan imbalan.
b.)    Pengorbanan
Pengorbanan berasal dari kata korban atau kurban yang berarti persembahan, sehingga pengorbanan berarti pemberian untuk menyatakan kebaktian. Dengan demikian pengorbanan yang bersifat kebaktian itu menagandung pamrih.


Manusia dan Pandangan Hidup



Setiap manusia memiliki pandangan hidup yang berbeda-beda dan akan menciptakan paham atau aliran seperti misalnya, individualisme, sosialisme, kapitalisme, dan lain-lain. Pandangan hidup tidak terlepas dari masalah nilai dalam kehidupan manusia. Pandangan hidup merupakan wujud pertama kebudayaan yang tidak terlepas dari nilai budaya.

Pandangan Hidup dan Ideologi
Ideologi adalah sistem pemikiran abstrak yang bukan hanya sekedar pembentukan ide yang diterapkan pada masalah publik sehingga membuat konsep ini menjadi inti politik. Pandangan hidup adalah sikap manusia yang paling mendasar dalam menyikapi segala hal yang terjadi, baik itu berupa masalah, tugas, tantangan dan segala yang dilakukan manusia pasti mempunyai pandangan masing-masing.
Mengenal, mengerti, menghayati, meyakini, dan mengabdi adalah langkah langkah berpandangan hidup yang baik.

Cita-Cita
Cita-cita adalah keinginan, harapan, tujuan. Baik keinginan, harapan, maupun tujuan merupakan apa yang mau diperoleh seseorang pada masa mendatang.
Faktor manusia yang mau mencapai cita-cita ditentukan oleh kualitas manusia itu sendiri, ada yang tidak berkemauan kuat, sehingga apa yang dicita-cita kan hanya merupakan khayalan saja. Hal demikian banyak di alami oleh anak-anak muda jaman sekarang yang senang berkhayal.

Kebajikan
Kebajikan atau kebaikan atau perbuatan yang mendatangkan kebaikan pada hakekatnya sama dengan perbuatan bermoral yang sesuai dengan norma-norma agama dan etika. Manusia berbuat baik karena menurut kodratnya manusia itu baik, makhluk bermoral. Manusia merupakan makhluk sosial, hidup bermasyarakat, saling membutuhkan, saling menolong, dan saling menghargai sesamanya. Sebaliknya pula saling mencurigai, saling membenci, saling merugikan, dan sebagainya.
Jadi kebajikan adalah perbuatan yang selaras dengan suara hati kita, suara hati masyarakat dan hukum tuhan. Kebajikan berarti berkata sopan santun, berbahasa baik, bertingkah laku baik, ramah tamah terhadap siapapun, serta berpakaian sopan.

Usaha atau Perjuangan
Usaha/perjuangan adalah kerja keras untuk mewujudkan cita-cita. Setiap manusia harus kerja keras untuk kelanjutan hidupnya. Berjuang untuk hidup sudah menjadi kodrat manusia. Tanpa usaha/perjuangan, manusia tidak dapat hidup sempurna. Apabila manusia bercita-cita menjadi kaya, ia harus bekerja keras. Apabila seseorang bercita-cita menjadi ilmuwan, ia harus rajin belajar dan tekun serta memenuhi semua ketentuan akademik.
Kerja keras itu dapat dilakukan dengan otak/ilmu maupun dengan tenaga/jasmani, atau dengan keduanya. Untuk bekerja keras manusia dibatasi oleh kemampuan. Karena kemampuan terbatas itulah timbul perbedaan tingkat kemakmuran antara manusia satu dan manusia lainnya. Kemampuan itu terbatas pada fisik dan keahlian/ketrampilan.

Keyakinan atau Kepercayaan
Keyakinan/kepercayaan menjadi dasar pandangan hidup manusia yaitu suatu pemikiran yang mendalam terhadap sesuatu hal yang di anut kemudian menjadi pedoman hidup yang berasal dari akal atau kekuasaan Tuhan .Menurut Prof.Dr.Harun Nasution, ada tiga aliran filsafat,yaitu :
a)    Aliran  Naturalisme
Hidup manusia itu dihubungkan dengan kekuatan gaib yang merupakan kekuatan tertinggi.
b)    Aliran  intelektualisme
Dasar aliran ini adalah logika/akal. Manusia mengutamakan akal, dengan akal manusia berpikir.
c)    Aliran  Gabungan
Dasar aliran ini ialah kekuatan gaib dan juga akal. Kekuatan gaib artinya kekuatan yang berasal dari Tuhan, percaya adanya Tuhan sebagai dasar keyakinan.


Jumat, 16 Januari 2015

Manusia dan Keadilan



KEADILAN
Berasal dari kata adil yang berarti tidak berat sebelah atau memihak manapun tidak sewenang-wenang. Sedangkan menurut istilah, keadilan adalah pengakuan dan perlakukan yang seimbang antara hak dan kewajiban.
Ada berbagai macam keadilan menurut Aristoteles, yaitu :
1.    Keadilan legal atau keadilan moral
Merupakan substansi rohani umum dari masyarakat yang menjadikan kesatuannya
2.    Keadilan distributive
Keadilan ini akan tercipta apabila hal yang sama dilakukan secara sama
3.    Keadilan komutatif
Merupakan keadilan ketertiban masyarakat

KECURANGAN
Berasal dari kata curang dan identik dengan tidak jujur, Curang artinya apa yang dilakukan tidak sesuai dengan hati nuraninya, atau memang dari hati orang tereebut sudah berbuat curang dengan maksud memperoleh keuntungan tanpa harus berusaha.
Faktor pemicu kecurangan :
1.    Faktor Ekonomi
Sudah jelas kekurangan dalam hal ekonomi memicu seseorang untuk melakukan kecurangan demi melangsungkan kehidupan.
2.    Faktor Peradaban dan Kebudayaan
Perkembangan jaman memicu terjadinya pergeseran moral yang biasanya juga menyebabkan pergeseran hati nurani.
3.    Faktor Teknis
Hal teknis menentukan arah keadilan, faktor memikirkan keluarga memicu kita untuk mengedepankan aspek perasaan kekeluargaan, tanpa memikirkan orang lain.

PEMBALASAN
Pembalasan adalah suatu reaksi atas perbuatan orang lain, dapat berupa perbuatan yang serupa, perbuatan yang seimbang, tingkah laku yang serupa, tingkah laku yang seimbang, atau lebih parah. Pembalasan disebabkan oleh adanya pergaulan. Pergaulan yang bersahabat mendapat pembalasan yang bersahabat. Sebaliknya pergaulan yang penuh kecurigaan menimbulkan balasan yang tidak bersahabat pula. Pada dasarnya, manusia adalah makhluk moral dan makhluk sosial. Dalam bergaul manusia harus mematuhi norma-norma untuk mewujudkan moral itu. Bila manusia berbuat amoral, lingkunganlah yang menyebabkanya. Perbuatan amoral pada hakikatnya perbuatan yang melanggar hak dan kewajiban manusia. Oleh karena itu manusia tidak menghendaki hak dan kewajibannya dilanggar maka manusia berusaha mempertahankan hak dan kewajibanya itu. Mempertahankan hak dan kewajiban itu adalah pembalasan.