Jumat, 25 Maret 2016

Tugas ke-1 TEORI KEPRIBADIAN SEHAT

TUGAS KE 1
TEORI KEPRIBADIAN SEHAT
NAMA           : NALIANDANIEL
KELAS          : 2PA14
NPM               : 17514787
           

            Apa itu kepribadian sehat? Manurut Gordon W. Allport (Calvin S. Hall dan Gardner Lindzey, 2005) “kepribadian adalah organisasi dinamis dalam diri individu sebagai sistem psiko-fisik yang menentukan caranya yang unik dalam menyesuaikan diri terhadap lingkungannya”.Sedangkan sehat adalah suatu keadaan yang dinamis dimana individu menyesuaikan diri dengan perubahan-perubahan lingkungan internal (psikologis, intelektual, spiritual dan penyakit) dan eksternal (lingkungan fisik, social, dan ekonomi) dalam mempertahankan kesehatannya.jadi kepribadian sehat adalah organisasi dinamis dalam diri individu yang dapat menyesuaikan diri dengan perubahan-perubahan lingkungan internal dan eksternal.
            Dalam psikologi kepribadian dikenal berbagai macam mazab serta teori-teori tentang kepribadian. Namun ada tiga teori tentang keribadian sehat yaitu Psikoanalisa, Behavioristik, dan Humanistik.

A.  Kepribadian Sehat Humanistik
            Humanistik mulai muncul sebagai sebuah gerakan  besar psikologi dalam tahun 1950-an. Aliran Humanistik merupakan konstribusi dari psikolog-psikolog terkenal seperti Gordon Allport, Abraham Maslow dan Carl Rogers.
            Menurut aliran humanistik kepribadian yang sehat, individu dituntut untuk mengembangkan potensi yang terdapat didalam dirinya sendiri. Bukan saja mengandalakan pengalaman-pengalaman yang terbentuk pada masa lalu dan memberikan diri untuk belajar mengenai suatu pola mengenai yang baik dan benar sehingga menghasilkan respon individu yang bersifat pasif.
            Ciri dari kepribadian sehat adalah mengatualisasikan diri, bukan respon pasif buatan atau individu yang terimajinasikan oleh pengalaman-pengalaman masa lalu. Aktualisasi diri adalah mampu mengedepankan keunikan dalam pribadi setiap individu, karena setiap individu memiliki hati nurani dan kognisi untuk menimbang-nimbang segala sesuatu yang menjadi kebutuhannya. Humanistik menegaskan adanya keseluruhan kapasitas martabat dan nilai kemanusiaan untuk menyatakan diri. Bagi ahli-ahli psikologi humanistik, manusia jauh lebih banyak memiliki potensi. Manusia harus dapat mengatasi masa lampau, kodrat biologis, dan ciri-ciri lingkungan. Manusia juga harus berkembang dan tumbuh melampaui kekuatan-kekuatan negatif yang secara potensial menghambat.
            Gambaran ahli psikologi humanistik tentang kodrat manusia adalah optimis dan penuh harapan. Mereka percaya terhadap kapasitas manusia untuk memperluas, memperkaya, mengembangkan, dan memenuhi dirinya, untuk menjadi semuanya menurut kemampuan yang ada. Aliran Humanistik juga memfokuskan diri pada kemampuan manusia untuk berfikir secara sadar dan rasional dalam mengendalikan hasrat biologisnya guna meraih potensi maksimal. Manusia bertanggung jawab terhadap hidup dan perbuatannya serta mempunyai kebebasan dan kemampuan untuk mengubah sikap dan perilaku mereka.

B.  Kepribadian Sehat Psikoanalisa
            Dari anggapan Freud bahwa kesadaran hanyalah sebagian kecil dari pada seluruh kehidupan psikis. Freud memisahkan psyche itu sebagai gunung es ditengah lautan, yang ada diatas permukaan laut itu menggambarkan kesadaran, sedangkan yang dibawah permukaan air laut menggambarkan ketidak sadaran. Didalam kesadaran-kesadaran terdapat ketakutan-ketakutan dasar yang mendorong pribadi.
            Pokok-pokok teori freud
Teori Freud mengenai kepribadian dapat diikhtisarkan dalam rangka struktur, dinamika dan perkembangan kepribadian. Struktur kepribadian tersebut mencakup tiga aspek yaitu:
Das Es (the id), yaitu aspek Biologis
Das Ich (the ego), yaitu aspek psikologis
Das Ueber Ich (the super ego), yaitu aspek sosiologis
           The Id  merupakan sistem kepribadian yang asli dan merupakan sumber energi utama bagi hidup manusia. Id merupakan rahim tempat ego dan superego berkembang. Freud menyebut id“kenyataan psikis yang sebenarnya”, karena id mempresentasikan dunia batin pengalaman subjektif dan tidak mengenal kenyataan objektif. Id terdiri dari dorongan-dorongan biologis dasar seperti kebutuhan makan, minum, seks, dan agresifitas. Dorongan ini dibawa sejak lahir.
            Dalam Id terdapat dua jenis energi yang saling bertentangan dan sangat mempengaruhi kehidupan individu, yaitu insting kehidupan dan insting mati. Dorongan-dorongan dalam Id selalu ingin dipuaskan, dan dalam pemuasannya Id selalu berupaya menghindari pengalaman-pengalaman yang tidak menyenangkan (prinsip kesenangan atau Pleasure Principle). Kecemasan realita adalah rasa takut akan bahaya yang datang dari dunia luar dan derajat kecemasan semacam itu sangat tergantung kepada ancaman nyata. Untuk menghilangkan ketidak-enakan dan mencapai kenikmatan itu The Id mempunyai dua proses yaitu:
            Refleks dan reaksi-reaksi otomatis, seperti misalnya bersin, berkedip dan sebagainya. Proses primer misalnya orang lapar membayangkan makan. Namun jelas dengan cara ini kebutuhan akan makan tidak dapat terpenuhi karena itu dibutuhkan ego.
            The Ego merupakan energi yang mendorong untuk mengikuti prinsip kenyataan. Ego menjalankan fungsi pengendalian agar upaya pemuasan dorongan Id itu realistis atau sesuai dengan kenyataan. Misalnya orang yang lapar harus mencari, menemukan, dan memakan makanan sampai tegangan karena merasa lapar dapat dihilangkan.
            Dalam fungsinya ego berpegang dalam prinsip kenyataan adau realitas dan bereaksi pada proses sekunder. Terkadang ego juga dipandang sebagai aspek eksekutif kepribadian, karena ego mengatur jalan-jalan yang ditempuh, memilih kebutuhan-kebutuhan  yang dapat dipenuhi serta cara-cara memenuhinya., dapat juga memilih obyek yang dapat memenuhi kebutuhan.
            The Superego Sistem kepribadian ketiga dan yang terakhir dikembangkan adalah superego. Superego adalah gambaran kesadaran akan nilai-nilai dan moral masyarakat yang ditanamkan oleh adat istiadat, agama, orangtua, guru, dan orang lain kepada anak. Karena itu pada dasarnya superego adalah hati nurani seseorang yang menilai benar atau salahnya tindakan seseorang. Itu berarti superego mewakili nilai-nilai ideal dan selalu berorientasi pada kesempurnaan.
            Freud juga membagi aktivitas mental individu dalam beberapa tingkatan berdasarkan sejauh mana individu menyadari gejala-gejala psikis yang timbul, yaitu :
1). Tingkat sadar atau kesadaran (conscious level)
Pada tingkat ini aktivitas mental dapat disadari setiap saat seperti berpikir, persepsi, dan lain-lain.
2). Tingkat prasadar (preconscious level)
Pada tingkat ini aktivitas mental dan gejala-gejala psikis yang timbul bias disadari hanya apabila individu memperhatikannya, misalnya memori, pengetahuan-pengetahuan yang telah dipelajari, dan lain-lain.
3). Tingkat tidak disadari (unconscious level)
Pada tingkat ini aktivitas mental dan gejala-gejala psikis tidak disadari oleh individu. Gejala-gejala ini muncul misalnya dalam dorongan-dorongan immoral, pengalaman-pengalaman yang memalukan, harapan-harapan yang irasional, dorongan-dorongan seksual yang tidak sesuai dengan norma masyarakat, dan lain-lain.
            Kepribadian yang baik menurut psikoanalisis adalah jika individu bergerak menurut pola perkembangan yang ilmiah. Belajar mengatasi tekanan dan kecemasan, serta keseimbangan antara kinerja super ego terhadap id dan ego.

C.  Kepribadian Sehat Behavioristik
            Behaviorisme merupakan sebuah aliran dalam psikologi yang didirikan oleh J.B. Watson. Sama halnya dengan psikoanalisis, behaviorisme juga merupakan aliran yang revolusioner, kuat dan berpengaruh serta memiliki akar sejarah yang cukup dalam. Selain Watson ada beberapa orang yang dipandang sebagai tokoh behaviorsime, diantaranya adalah Ivan Pavlov, E.L. Thorndika, B.F. Skinner, dll. Namun demikian bila orang berbicara kepribadian atas dasar orientasi behevioristik maka nama yang senantiasa disebut adalah Skinner mengingat dia adalah tokoh behaviorisme yang paling produktif dalam mengemukakan gagasan dan penelitian, paling berpengaruh, serta paling berani dan tegas dalam menjawab tantangan dan kritik-kritik atas behaviorisme
            Teori behavioristik adalah proses belajar serta peranan lingkungan yang merupakan kondisi langsung belajar dalam menjelaskan perilaku dan semua bentuk tingkah laku manusia. Pavlov, Skinner, dan Watson dalam berbagai eksperimen mencoba menunjukkan betapa besarnya pengaruh lingkungan terhadap tingkah laku. Semua tingkah laku termasuk tingkah laku yang tidak dikehendaki, menurut mereka, diperoleh melalui belajar dari lingkungan.
            Namun perlu di sadari bahwa kelemahan dari Behavioristik adalah dalam teori clasical conditioning, manusia disamakan dengan “hewan” dan dalan operan conditioning manusia dianggap sebagai “robot” yang dapat dikondisikan sehingga manusia dapat di program. Dalam teori-teori ini manusia dianggap sebagai satu kesatuan yang sama. Pada kenyataannya manusia adalah mahluk yang unik (Teori Humanistik). Maka untuk mengetahui keseluruhan tentang kepribadian sehat kita tetap perlu mengetahui tentang teori Humanistik

D.   Kepribadian Sehat Alport
            Saat ini teori-teori Allport (tentang kepribadian yang sehat) tetap relevan. Berikut adalah tujuh kriteria dari Allport tentang sifat-sifat khusus kepribadian yang sehat:
1. Perluasan Perasaan Diri
Ketika seseorang menjadi matang, ia mengembangkan perhatian-perhatian di luar diri. Tidak cukup sekadar berinteraksi dengan sesuatu atau seseorang di luar diri. Lebih dari itu, ia harus memiliki partisipasi yang langsung dan penuh, yang oleh Allport disebut "partisipasi otentik".
2. Relasi Sosial yang Hangat
Allport membedakan dua macam kehangatan dalam hubungan dengan orang lain, yaitu kapasitas untuk mengembangkan keintiman dan untuk merasa terharu. Orang yang sehat secara psikologis mampu mengembangkan relasi intim dengan orangtua, anak, pasangan, dan sahabat. Ini merupakan hasil dari perasaan perluasan diri dan perasaan identitas diri yang berkembang dengan baik.
3. Keamanan Emosional
Kualitas utama manusia sehat adalah penerimaan diri. Mereka menerima semua segi keberadaan mereka, termasuk kelemahan-kelemahan, dengan tidak menyerah secara pasif terhadap kelemahan tersebut. Selain itu, kepribadian yang sehat tidak tertawan oleh emosi-emosi mereka, dan tidak berusaha bersembunyi dari emosi-emosi itu.
4. Persepsi Realistis
Orang-orang sehat memandang dunia secara objektif. Sebaliknya, orang-orang neurotis kerapkali memahami realitas disesuaikan dengan keinginan, kebutuhan, dan ketakutan mereka sendiri. Orang sehat tidak meyakini bahwa orang lain atau situasi yang dihadapi itu jahat atau baik menurut prasangka pribadi. Mereka memahami realitas sebagaimana adanya.
5. Keterampilan dan Tugas
Allport menekankan pentingnya pekerjaan dan perlunya menenggelamkan diri di dalam pekerjaan tersebut. Kita perlu memiliki keterampilan yang relevan dengan pekerjaan kita, dan lebih dari itu harus menggunakan keterampilan itu secara ikhlas dan penuh antusiasme. Komitmen pada orang sehat atau matang begitu kuat, sehingga sanggup menenggelamkan semua pertahanan ego.
6. Pemahaman Diri
Memahami diri sendiri merupakan suatu tugas yang sulit. Ini memerlukan usaha memahami diri sendiri sepanjang kehidupan secara objektif. Untuk mencapai pemahaman diri yang memadai dituntut pemahaman tentang dirinya menurut keadaan sesungguhnya
7. Filsafat Hidup
Orang yang sehat melihat ke depan, didorong oleh tujuan dan rencana jangka panjang. Ia memiliki perasaan akan tujuan, perasaan akan tugas untuk bekerja sampai tuntas sebagai batu sendi kehidupannya. Allport menyebut dorongan-dorongan tersebut sebagai keterarahan (directness).

E.  Kepribadian Sehat Rogers
Pendapat Rogers,, emahami dan menjelaskan teori kepribadian sehat menurut rogers yang meliputi:
1. Perkembangan kepribadian “self”   
Inti dari teori- teori Rogers yaitu individu memiliki kemampuan dalam diri sendiri untuk mengerti diri, menentukan hidup, dan menangani masalah- masalah psikisnya asalkan konselor menciptakan kondisi yang dapat mempermudah perkembangan individu untuk aktualisasi diri. Rogers menerima istilah self dari pengalaman- pengalaman realita masing- masing individu. Dalam setiap bertambahnya umur ,anak bisa berubah sifat dan perilaku. Dan seorang ibu bisa memperhatikan perkembangan anak, dari waktu ke waktu dan seorang ibulah yang memelihara dan mendidiknya dan tidak di serahkan kepada baby sister
2. Peranan positive regard dalam pembentukan kepribadian individu                  
Setiap manusia memiliki kebutuhan basic akan kehangatan, penghargaan, penerimaan, pengagungan, cinta, kasih, dan sayang dari orang lain. Kebutuhan ini disebut need for positive regard, yang terbagi lagi menjadi 2 yaitu conditional positive regard (bersyarat) dan unconditional positive regard (tak bersyarat). Pribadi yang berfungsi sepeuhnya adalah pribadi yang mengalami pengharagaan positif tak bersyarat. Mengapa? Karena ini penting, dihargai, diterima, disayangi, dicintai sebagai seseorang yang berarti tentu akan menerima dengan penuh kepercayaan.
3. Ciri-ciri orang yang berfungsi sepenuhnya
Menurut pendapat Rogers :
Pertama, orang yang sehat secara psikologis akan lebih mudah beradaptasi Karena orang psikologis bisa melihat dan menilai sifat-sifat seeorang maka dari itu dia mudah beradaptasi. Kedua, manusia –manusia masa depan akan lebih terbuka atas pengalaman - pengalaman mereka, manusia masa depan akan lebih mendengar dirinya dan memperhatikan perasaan bahagia, marah,kecewa,ketakutan, dan kelembutan mereka. Ketiga, dari manusia masa depan adalah kecenderungan untuk hidup sepenuhnya pada masa sekarang.

F.   Kepribadian Sehat Maslow
            Maslow berpendapat bahwa seseorang akan memiliki kepribadian yang sehat, apabila dia telah mampu untuk mengaktualisasikan dirinya secara penuh (self actualizing person).
Teori Kepribadian Abraham Maslow:
1.       Individu sebagai Kesatuan Terpadu
Pertama-tama Maslow menekankan bahwa individu merupakan kesatuan yang terpadu dan terorganisasi, sehingga motivasi seseorang dalam melakukan sesuatu adalah motivsi individu seutuhnya bukan bagian darinya. Menurut maslow manusia harus diselidiki sebagai sesuatu yang totalitas, sebagai suatu system, setiap bagian tidak dapat dipisahkan dengan bagian yang lain.
2.      Hirarki Kebutuhan
Maslow mengembangkan teori tentang bagaimana semua motivasi saling berkaitan. Ia menyebut teorinya sebagai “hirarki kebutuhan”. Kebutuhan ini mempunyai tingkat yang berbeda-beda. Ketika satu tingkat kebutuhan terpenuhi atau mendominasi, orang tidak lagi mendapat motivasi dari kebutuhan tersebut. Ia berpendapat bahwa pada manusia terdapat lima macam kebutuhan yang berhirarki, meliputi:
1)    Kebutuhan-kebutuhan fisiologis (the physiological needs)
2)    Kebutuhan-kebutuhan rasa aman (the safety needs / the security needs)
3)    Kebutuhan rasacinta dan memiliki (the love and belongingness needs)
4)    Kebutuhan akan penghargaan diri (the self-esteem needs)
5)    Kebutuhan akan aktualisasi diri (the self-actualization needs)

G.  Kepribadian Sehat Fromm
            Fromm memberikan suatu gambaran yang jelas tentang kepribadian yang sehat. Orang yang demikian mencintai sepenuhnya, kreatif, memiliki kemampuan-kemampuan pikiran yang sangat berkembang, mengamati dunia dan diri secara objektif, memiliki suatu perasaan identitas yang kuat, berhubungan dengan dan berakar didunia, subjek atau pelaku dari diri dan nasib, dan bebas dari ikatan-ikatan sumbang. Akan tetapi ada salah satu pengertian dimana kepribadian sehat dan produktif benar-benar menghasilkan sesuatu dan merupakan hasil yang sangat penting dari individu, yakni diri. Orang-orang sehat menciptakan diri mereka dengan melahirkan semua potensi mereka, dengan menjadi semua menurut kesanggupan mereka dan memenuhi semua kapasitas mereka.
            Fromm melihat kepribadian hanya sebagai suatu produk kebudayaan. Karena itu dia percaya bahwa kesehatan jiwa harus didefinisikan menurut bagaimana baiknya masyarakat menyesuaikan diri dengan kebutuhan-kebutuhan dasar semua individu, bukan menurut bagaimana baiknya individu-individu menyesuaikan diri dengan masyarakat. Kerena itu kesehatan psikologis tidak begitu banyak merupakan usaha individu jika dibandingkan dengan usaha masyarakat. Faktor kuncinya ialah bagaimana suatu masyarakat memuaskan secukupnya kebutuhan-kebutuhan manusia.
            Suatu masyarakat tidak sehat atau sakit menciptakan permusuhan, kecurigaan, ketidakpercayaan dalam anggota-anggotanya, dan menghalangi pertumbuhan yang terjadi dalam setiap individu. Suatu masyarakat membiarkan anggota-anggotanya mengembangkan cinta satu sama lainnya, menjadi produktif dan kreatif, mempertajam dan memperhalus tenaga pikiran dan objektifitasnya dan mempermudah timbulnya individu-individu yang berfungsi sepenuhnya.



Daftar Pustaka :
Schultz, Duane. 1991. Psikologi Pertumbuhan. Yogyakarta : Kanisius.
https://blograme.wordpress.com/2013/03/31/teori-kepribadian-sehat-menurut-aliran-humanistik-aliran-psikoanalisis-dan-aliran-behavioristik/


Selasa, 10 November 2015

Psikologi &Teknologi Internet (Softskill)

KOMUNIKASI INTERPERSONAL, INTRAPERSONAL, DAN TRANSPERSONAL


Anggota Kelompok :
A’dien Amalia             (10514255)
Feby Rhomana Sari     (14514140)
Ghina Fathin Annisa   (14514520)
Naliandaniel Emiel      (17514787)

INTERPERSONAL
Interpersonal adalah  komunikasi yang terjadi antara dua orang atau lebih, yang biasanya tidak diatur secara formal. Dalam komunikasi interpersonal, setiap partisipan menggunakan semua elemen dari proses komunikasi. Tujuan dari komunikasi ini biasanya untuk mendapatkan umpan balik, bertukar informasi, ide atau gagasan, pendapat, dan sebagainya.

Contoh dari komunikasi interpesonal :
Percakapan dengan teman, Perbincangan dalam sebuah Forum


INTRAPERSONAL
Intrapersonal adalah penggunaan bahasa atau pikiran yang terjadi di dalam diri komunikator sendiri. Komunikasi intrapersonal merupakan keterlibatan internal secara aktif dari individu dalam pemrosesan simbolik dari pesan-pesan. Seorang individu menjadi pengirim sekaligus penerima pesan, memberikan umpan balik bagi dirinya sendiri dalam proses internal yang berkelanjutan. Komunikasi intrapersonal dapat menjadi pemicu bentuk komunikasi yang lainnya. Pengetahuan mengenai diri pribadi melalui proses-proses psikologis seperti persepsi dan kesadaran (awareness) terjadi saat berlangsungnya komunikasi intrapribadi oleh komunikator. Tipe komunikasi intrapribadi sama dengan proses berpikir, yaitu ketika seseorang secara sadar (sengaja) mengirimkan informasi pada dirinya untuk menganalisis sebuah situasi dan mengambil sikap atau keputusan.

Contoh dari komunikasi intrapersonal :
Bersyukur, instrospeksi diri dengan meninjau perbuatan kita dan reaksi hati nurani kita, mendayagunakan kehendak bebas, dan berimajinasi secara kreatif.

TRANSPERSONAL
Transpersonal merupakan istilah yang digunakan untuk menjelaskan pengalaman dan pandangan dunia yang melampaui tingkat pribadi jiwa, dan di luar peristiwa duniawi biasa. Telah didefinisikan sebagai pengalaman "di mana rasa identitas atau diri melampaui (trans) individu atau pribadi untuk mencakup aspek yang lebih luas dari umat manusia, kehidupan, jiwa atau kosmos".
Komunikasi Transpersonal yaitu komunikasi yang terjadi dalam domain spiritual seseorang. Tujuan komunikasi transpersonal yaitu untuk memunculkan kesadaran tentang diri (self-hood), meningkatkan spiritualitas, lebih cenderung bersifat vertikal, mengutamakan hubungan spiritual seseorang dengan Tuhannya.

Contoh dari komunikasi transpersonal :
Berdoa, beribadah kepadah Tuhan.




DAFTAR PUSTAKA
https://www.academia.edu/6890068/Komunikasi_Interpersonal_dan_Intrapersonal
http://www.romelteamedia.com/2014/02/level-komunikasi.html
https://en.wikipedia.org/wiki/Transpersonal
https://id.wikipedia.org/wiki/Komunikasi_interpersonal

https://id.wikipedia.org/wiki/Komunikasi_intrapersonal

Minggu, 19 April 2015

Tulisan II

1.     Dapur Hijau Healthy Foods

Dapur hijau adalah homemade yang artinya asli buatan tangan dan dibuat tanpa tambahan bahan pengawet maupun perwarna buatan, produk selalu digunakan dengan bahan yang sehat, alami dan untuk pewarna digunakan dengan bahan-bahan alami. Produk-produk Dapur Hijau Healthyfoods TIDAK ADA YANG READY STOCK semua produk MADE BY ORDER. Pesanan bunda dibuatkan setelah pembayaran dan proses produksi antara 3-5 hari, kalau pas full bisa lebih lama. Awal mula terbentuknya dapur hijau, semua produksi benar-benar dilakukan sendiri dan hanya sang suami yang membantu, tapi kini dapur hijau sudah berdiri selama hampir 3 tahun dan sudah memiliki beberapa karyawan dan produknya pun semakin terkenal dari sabang sampai merauke. Dapur hijau dikelola oleh seorang ibu rumahtangga dengan 3 orang anak dan  tetap menjadikan keluarga nomor 1 dan bagian terpenting dalam hidupnya. Produk buatan dapur hijau pun di jamin halal dan dijamin kadar gizi dan nustirinya. Saya pun pernah membantu dan mengintip produksi yang dilakukan, dan wooww ternyata prosesnya panjang dan rumit sekali apalagi dengan adanya tiga anak kecil yang kadang menganggu. Dapur hijaupun selalu memperbaiki kualitasnya agar terus menjadi lebih baik dan tetap menjadi kepercayaan pelanggan dan konsumen baru. Dapur hijau terus berkembang dan berinovasi, terbukti sudah berbagai jenis makanan yang diciptakan oleh dapur hijau, dan yang pasti tidak akan pernah berhenti sampai disitu. Dapur hijau akan terus mengeluarkan produk-produk baru dan sehat, agar terus bisa membantu ibu rumah tangga yang ingin memberikan makanan yang sehat dan bergizi kepada anak mereka dengan harga yang terjangkau pastinya.
Pabrikan atau homemade itu adalah pilihan dari orang tua si baby masing-masing yaa, engga ada pemaksaan, cuma alangkah lebih baik kalau sedari baby diberi makanan homemade termasuk juga biskuitnya. Biskuit homemade jelas beda dari biskuit pabrikan (jangan disama samakan ya) karena yang homemade tidak pakai pengawet,perenyah,pelembut dan bahan kimia lainnya,perasa biskuitnya pun pakai bahan alami bukan essen perasa makanan ya. Tekstur biskuit homemade jelas lebih kasar dari pabrikan ya bu dan kalau dicairkan pastinya engga bisa selembut biskuit pabrikan ya bu, jadi kalau ibu lebih memilih biskuit pabrikan m*ln* karena tekturnya lebih lembut dan lebih cair dari biskuit saya, monggo silahkan saja semua itu pilihan kok. Walaupun banyak yang bilang kalau homemade itu mahal, tapi menurut saya itu sebanding dengan gizi dan nutrisi yang terkandung didalamnya. Produk-produk Dapur Hijau Healthyfoods ada cookies,abon,stick sayuran,nugget,bakso dan mie telur, dan kaldu bubuk juga ada. semuanya tanpa msg,pengembang kue,pemanis buatan,pewarna makanan dan bahan kimia lainnya dan insya Allah halal semuanya. Dapur Hijau Catering menyediakan catering harian dan temporary untuk baby Dan balita, dengan menu yg bervariasi, non msg,pengawet makanan,pemanis buatan,pewarna makanam Dan Tanpa gula garam untuk baby dibawah 1 tahun.Dapur hijau pun menyediakan paket bento dan Catering yang dapat diantar ke hotel atau rumah anda atau dimanapun anda berada dgn penambahan ongkos transport lagi tentunya. harga catering mulai dari 20.000 / box - 35.000 / box. terdiri Dari nasi,lauk,sayuran,Buah Dan snack (blm transport yaa). Dan tersedia pula bubur bayi. Dan untuk spesial lebaran dapur hijau menyediakan aneka macam kue kering. Dapur hijau pun sudah pernah masuk TV : Alhamdullilah sudah tayang..walaupun agak-agak malu lihat foto sendiri hadir disitu,jadi bingung mau komen apa.. Monggo2 mampir ke sini Ini tempatnya kuliner untuk bayi sehat:http://m.jogjakartanews.com/baca/31/01/2014/dapur-hijau-sediakan-makanan-sehat-untuk-bayi
informasi selanjutnya / order silahkan menghubungi :
Dapur Hijau Healthy Foods
Address : Jl. Kh. Ahmad dahlan gg. Mangga Badegan Bantul Yogyakarta


2.     Tongsis, Karya Kreatif Anak Bangsa
Babab Dito, penemu tongsis

Bete nggak sih ketika sudah pasang senyum termanis ternyata hanya setengah wajah yang masuk ke inframe foto.Sudah mencoba berbagai angle hasilnya tetap sama saja. Ups, tapi coba dengan tongsis alias tongkat narsis, mungkin bisa jadi solusi selfie atau foto narsistis Anda.Anda mungkin salah satu orang yang hobi memotret diri sendiri dan berbagi via jejaring sosial. Namun, terkadang, untuk mendapatkan hasil foto bagus butuh aksesori pendukung.Fitur gadget yang bagus pun belum tentu memberikan kepuasan untuk hasil foto. Yup, sering kali hasil yang didapatkan tak sesuai keinginan, bukan dari hasil gambar atau warna fotonya, melainkan angle yang didapat tidak sesuai.Misalnya, ketika memotret diri sendiri, hasil yang didapatkan hanya setengah badan, padahal yang diinginkan adalah pose seluruh tubuh.Hmm, namanya juga selfie, tentu menginginkan hasil foto yang super duper perfect alias sempurna supaya bisa di-posting ke Instagram, Facebook, Twitter, ataupun jejaring sosial lainnya. Maraknya foto-foto narsistis atau selfie di media sosial, belakangan ini, justru menimbulkan sesuatu yang baru di dunia foto, misalnya berfoto menggunakan tongkat.Pernah melihat seseorang berfoto dengan menggunakan tongkat yang menjepit gadget? Sekilas terlihat aneh, tapi tongkat tersebut digunakan untuk membantu selfie mendapatkan angle yang terbaik. Tongkat tersebut dijuluki tongsis alias tongkat narsis. Tongsis kini menjadi solusi berfoto yang hobi mem-posting foto diri dan kegiatan seru bersama teman. Istilah selfie mulai populer sejak 2013. Kata tersebut semakin populer dengan maraknya perkembangan jejaring sosial ataupun media sosial di dunia maya. Penggunaan istilah selfie melebihi kata narsistis karena dipakai secara global.Saat ini, fenomena selfie tengah merebak di kalangan anak muda dan orang-orang dewasa. Mereka rela mengeluarkan kocek untuk mendapatkan gadget yang bagus hanya untuk bisa menikmati fitur-fitur kamera pada gadget tersebut. Untuk mendapatkan foto selfie yang sempurna mereka pun menggunakan gadget dengan kamera depan berkualitas.

Babab Dito Respati, sang Pencetus
Melihat fonomena tongsis, membuat kita bertanya siapa pencetus istilah tersebut? Apa yang membuat tongsis menjadi sesuatu yang dibutuhkan dan dicari para pelaku selfie?Istilah tongsis belakangan kian marak dipakai pencinta foto yang memakai peranti berupa monopod yang digabungkan dengan tripod mobile. Babab Dito Respati, pegiat fotografi, adalah salah satu orang yang disebut-sebut sebagai pencetus nama tongsis. "Awalnya, nama tongkat tersebut bukan tongkat narsis, tetapi kita sebut sebagi tongkat ajaib. Lalu berubah menjadi tongsis, karena terinspirasi dari kelompok Front Pembela Narsis," ungkapnya. Dia mengaku memopulerkan dan menjual tongsis seusai menghadiri acara developer di Bangkok, 2 tahun lalu. Awalnya, dia melihat teman membawa monopod divide tersebut dan akhirnya terinspirasi untuk menjualnya."Sepulangnya dari sana, tercetus ide untuk menjualnya. Peranti ini tidak saya dapatkan di Tanah Air. Saya harus mencarinya dari pemasok China," akunya.
Nama tongsis sendiri menjadi bagian dari marketing-nya. Tongsis dianggap sebagai nama yang unik dan membawa sesuatu yang berbeda.Tongsis merupakan singkatan dari Tongkat Narsis yang digunakan pengguna untuk foto selfie di era kemajuan teknologi saat ini. Dengan Tongsis, pengguna dapat melakukan foto selfie dari jarak jauh sehingga memudahkan pengguna untuk melakukan selfie.  Tongsis pun menjadi populer dengan sangat cepat dan diproduksi beberapa negara. Tapi tidak semua orang tahu bahwa inovasi Tongsis merupakan karya asli anak bangsa. Anindito Respati Giyardani biasa dipanggil Babab ini merupakan inovator lokal yang mencipatkan Tongsis tersebut. Produk kreatif tongsis yang ditemukan oleh Babab Dito ini sangat baik, apalagi penjualan tongsis sudah merebak hingga mancanegara dan otomatis nama Indonesia mulai dikenal baik di luar sana. Penggunaan tongsis dewasa ini sudah sangat banyak dikenal masyarakat khususnya para remaja yang gemar berfoto-foto, karena jika kita ingin berfoto bersama teman-teman yang jumlahnya banyak atau ingin foto di pemandangan alam yang luas alat yang tergolong helpful ini bisa diandalkan dan penggunaannya yang sangat praktis dapat mudah dipakai dimana saja dan kapan saja. Sejauh ini kegunaan tongsis masih menjadi yang terpopuler dan belum ada yang dapat menggantikan alat ini.Melihat suksesnya tongsis dipasaran hingga mencapai mancanegara, produk kreatif asal Indonesia ini patut diberikan penghargaan karena ide kreatifnya yang sangat bermanfaat.
SUMBER  :    www.koran-jakarta.com 
                        http://life.viva.co.id 


Tugas II (Kreativitas dan Keberbakatan)

Tugas 2
A.    TEORI-TEORI PENDORONG KREATIVITAS
1)      Motivasi Intrinsik Kreativitas
      Setiap individu memiliki kecenderungan atau dorongan mewujudkan potensinya, mewujudkan dirinya, dorongan berkembang menjadi matang, dorongan mengungkapkan dan mengaktifkan semua kapasitasnya.
Dorongan ini merupakan motivasi primer untuk kreativitas ketika individu membentuk hubungan-hubungan baru dengan lingkungannya dalam upaya manjadi dirinya sepenuhnya. (Rogers dan Vernon 1982)
2)      Kondisi Eksternal yang Mendorong Perilaku Kreatif
      Kretaivitas memang tidak dapat dipaksakan, tetapi harus dimungkinkan untuk tumbuh, bibit unggul memerlukan kokdisi yang memupuk dan memungkinkan bibit itu mengembangkan sendiri potensinya.
      Bagaimana cara menciptakan lingkungan eksternal yang dapat memupuk dorongan dalam diri anak (internal) untuk mengembangkan kreativitasnya?
      Menurut pengalaman Carl Rogers dalam psikoterapi adalah dengan menciptakan kondisi keamanan dan kebebasan psikologis.
1.      Keamanan psikologis
Ini dapat terbentuk dengan 3 proses yang saling berhubungan:
a. Menerima individu sebagaimana adanya dengan segala kelebihan dan keterbatasannya.
b.  Mengusahakan suasana  yang didalamnya evaluasi eksternal tidak ada / tidak mengandung efek mengancam. Evaluasi selalu mengandung efek mengancam yang menimbulkan kebutuhan akan pertahanan ego.
c.      Memberikan pengertian secara empatis
Dapat menghayati perasaan-perasaan anak, pemikiran-pemikirannya, dapat melihat dari sudut pandang anak dan dapat menenrimanya, dapat memberikan rasa aman.
2.      Kebebasan psikologis
Apabila guru mengijinkan atau memberi kebebasan kepada anak untuk mengekspresikan secara simbolis (melalui sajak atau gambar) pikiran atau perasaannya. Ini berarti memberi kebebasan dalam berfikir atau merasa apa yang ada dalam dirinya.


B.     TEORI-TEORI PROSES KREATIF
1)      Teori Wallas
Wallas dalam bukunya “The Art of Thought” menyatakan bahwa proses kreatif meliputi 4 tahap :
1. Tahap Persiapan, memperisapkan diri untuk memecahkan masalah dengan mengumpulkan data/ informasi, mempelajari pola berpikir dari orang lain, bertanya kepada orang lain.
2. Tahap Inkubasi, pada tahap ini pengumpulan informasi dihentikan, individu melepaskan diri untuk sementara masalah tersebut. Ia tidak memikirkan masalah tersebut secara sadar, tetapi “mengeramkannya’ dalam alam pra sadar.
3.   Tahap Iluminasi, tahap ini merupakan tahap timbulnya “insight” atau “Aha Erlebnis”, saat timbulnya inspirasi atau gagasan baru.
4.   Tahap Verifikasi, tahap ini merupakan tahap pengujian ide atau kreasi baru tersebut terhapad realitas. Disini diperlukan pemikiran kritis dan konvergen. Proses divergensi (pemikiran kreatif) harus diikuti proses konvergensi (pemikiran kritis).
2)      Teori Tentang Belahan Otak Kanan dan Kiri
Otak besar terbagi atas dua belahan yang dihubungkan oleh sebuah bundelan serabut yang saling menghubungkan yang disebut sebagaicorpus callosum. Belahan kanan korteks berfungsi untuk mengontrol tubuh bagian kiri, dan belahan kiri korteks mengontrol tubuh bagian kanan. Belahan kiri dan kanan otak menanggapi jenis pengalaman yang berbeda dan menanggapinya secara khas. Belahan otak kanan dan kiri berfungsi saling melengkapi bekerja secara kooperatif dalam memeroses informasi (Clark, 1998).


C.    BELAJAR KREATIF
1)       Pengertian Belajar Kreatif
Kreativitas adalah hasil dari interaksi antara individu dan lingkungannya seseorang mempengaruhi dan dipengaruhi oleh lingkungan dimana ia berada dengan demikian baik berubah di dalam individu maupun di dalam lingkungan dapat menunjang atau dapat menghambat upaya kreatif.

2)      Liputan Proses Belajar Kreatif
Beberapa hal yang perlu diperhatikan oleh seorang guru yang professional dalam menyusun program pembelajaran yang dapat meningkatkan  kreativitas siswa dalam belajar.

Mengapa Belajar Kreatif itu penting?
a) Membantu seseorang menjadi lebih berhasil guna dalam melakukan pekerjaan
b) Menciptakan kemungkinan untuk memecahkan masalah yang tidak mampu diramaalkan yang timbul dimasa depan
c) Menimbulkan akibat yang besar dalam kehidupan seseorang dapat mempengaruhi, bahkan dapat mengubah karir pribadi serta dapat menunjang kesehatan jiwa dan badan seseorang
d) Dapat menimbulkan terciptanya ide-ide baru, cara-cara baru dan hasil yang baru.



Selasa, 17 Maret 2015

Tulisan I Kreativitas dan Keberbakatan


TULISAN I
Produk Kreatif
  ”Banyak sekali jenis sepeda yang ditawarkan untuk menjajal menuruni bukit dengan sebutan lain downhill, namun kini folding bike juga mampu menuruni bukit dengan produk yang ditawarkan oleh KOGA. Seli jenis Bergmonch pabrikan KOGA yang mampu menuruni bukit layaknya downhill karena adanya suspensi pada frame tersebut. Sepeda yang hanya mampu untuk menuruni bukit ini sangat praktis dengan berat hanya 9,5 kg ini dapat dibawa kemana saja. Dengan lipatan yang mampu di bawa layaknya tas ransel ini cukup praktis untuk dibawa-bawa kemana pun.”




Tanggapan :
Produk tersebut sangat inovatif menurut kami, sepeda yang dapat dilipat dan dijadikan ransel dengan tampilan yang keren pastinya. Untuk sebagian orang sepeda ini akan sangat mempermudah bagi yang hobi naik turun bukit karena dapat sekaligus dijadikan ransel jadi tidak perlu membawa sepeda dan ransel secara terpisah. Namun berat dari tas yang sekitar 9,5 kg sudah pasti sangat membebani si pengguna, untuk itu tidak semua orang akan dapat menggunakannya dengan baik, apalagi mode sepeda hanya dapat digunakan untuk menuruni bukit. Tapi untuk orang-orang yang tidak mempermasalahkan berat, sepeda tas ini akan sangat membantu pastinya.

      Kesimpulan :
            Produk inovatif tersebut tidak berlaku untuk semua orang. Nilai gunanya akan berbeda-beda tergantung faktor fisik si pengguna apakah ia mampu untuk membawa tas seberat 9,5 kg, faktor medan bukit yang dapat atau tidak dilalui oleh sepeda.


 Pembahasan :

“Anak laki-laki menunjukkan kreativitas yang lebih besar dari pada anak perempuan, terutama setelah berlalunya masa kanak-kanak”
·         Q : Benarkah demikian?
A : Ya, benar.
·         Q : Mengapa demikian?
A : Laki-laki lebih mengandalkan otak kiri dibbandingkan dengan perempuan yang lebih kepada otak kanan, kapasitas kemampuan ruan gdi otak kanan laki-laki lebih besar dibandongkan perempuan karena produksi hormon testosteron. Hormon testosteron menghalangi pertumbuhan otak kiri pada laki-laki mengakibatkan perkembangan dan kemampuan spasial otak kanan lebih dominan pada laki-laki.
Terlihat jelas pada anak laki-laki yang cenderung lebih ahli dalam bermain musik, mengutak-atik alat elektronik atau kendaraan, merancang sesuatu, atau dalam hal bermain video game.


Sumber :
sepedasportku.com, 16 Maret 2015
www.citacinta.com, 16 Maret 2015

Tugas I Kreativitas dan Keberbakatan


TUGAS I

A.    Definisi Konseptual Kreativitas
Kreativitas merupakan daya guna untuk menciptakan sesuatu yang baru, inovatif, unik, dan memiliki daya guna. Dapat berupa produk, pemikiran, dan lain-lain.

B.  Definisi Opeasional Kreativitas
“Kemampuan yang mencerminkan kelancaran, keluwesan (fleksibilitas), dan originalitas dalam berfikir, serta kemampuan untuk mengelaborasi (mengembangkan, memperkayam memperinci) suatu gagasan”. (Munandar 2009).
Kreativitas adalah proses mental yang melibatkan pemunculan gagasan atau konsep baru, atau hubungan baru antara gagasan dan konsep yang sudah ada. Dari sudut pandang keilmuan, hasil dari pemikiran kreatif (kadang disebut dengan pikiran divergen) biasanya dianggap memiliki keaslian dan kepantasan. Sebagai alternatif, konsepsi sehari-hari dari kreativitas adalah tindakan membuat sesuatu yang baru (http://id.wikipedia.org/wiki/Kreativitas).

C.  Definisi Kreativitas Menurut Clark
Berdasarkan hasil berbagai penelitian tentang spesialisasi belahan otak, mengemukakan : “Kreativitas merupakan ekspresi tertinggi keterbakatan dan sifatnya terintegrasikan, yaitu sintesa dari semua fungsi dasar manusia yaitu : berfikir, merasa, menginderakan dan intuisi (basic function of thingking, feelings, sensing and intuiting)” (Jung 1961, Clark 1986).

D.  Teori Kreativitas
Teori yang melandasi pengembangan kreativitas dapat dibedakan menjadi 3, yaitu:
1)      Teori Psikoanalisis
2)      Teori Humanistik
3)      Teori Cziksentmihalyi

D.1. Teori Psikoanalisis
Pribadi kreatif dipandang sebagai seorang yang pernah mengalami traumatis, yang dihadapi dengan memunculkan gagasan-gagasan yang disadari dan tidak disadari bercampur menjadi pemecahan inovatif dari trauma.
Teori ini terdiri dari:

  • Teori Freud
Freud menjelaskan proses kretif dari mekanisme pertahanan (defence mechanism). Freud percaya bahwa meskipun kebanyakan mekanisme pertahanan menghambat tindakan kreatif, mekanisme sublimasi justru merupakan penyebab utama kreativitas karena kebutuhan seksual tidak dapat dipenuhi, maka terjadi sublimasi dan merupakan awal imajinasi.

  • Teori Ernest Kris
Ernest Kris (1900-1957) menekankan bahwa mekanisme pertahanan regresi seiring memunculkan tindakan kreatif.
Orang yang kreatif menurut teori ini adalah mereka yang paling mampu “memanggil” bahan dari alam pikiran tidak sadar.
Seorang yang kreatif tidak mengalami hambatan untuk bisa seperti anak dalam pemikirannya. Mereka dapat  mempertahankan  “sikap bermain” mengenai masalah-masalah serius dalam kehidupannya. Dengan demikian mereka mampu melihat masalah-masalah dengan cara yang segar dan inovatif, mereka melakukan regresi demi bertahannya ego (Regression in The Survive of The Ego)

  • Teori Carl Jung
Carl Jung (1875-1967) percaya bahwa alam ketidaksadaran (ketidaksadaran kolektif) memainkan peranan yang amat penting dalam pemunculan kreativitas tingkat tinggi. Dari ketidaksadaran kolektif ini timbul penemuan, teori, seni dan karya-karya baru lainnya.

D.2. Teori Humanistik
Teori Humanistik melikat kreativitas sebagai hasil dari kesehatan psikologis tingkat tinggi.
Teori Humanistik meliputi:

  • Teori Maslow
Abraham Maslow (1908-1970) berpendapat manusia mempunyai naluri-naluri dasar yang menjadi nyata sebagai kebutuhan.
Kebutuhan tersebut adalah:
      1. Kebutuhan fisik/biologis
      2. Kebutuhan akan rasa aman
      3. Kebutuhan akan rasa dimiliki (sense of belonging) dan cinta
      4. Kebutuhan akan penghagaan dan harga diri
      5. Kebutuhan aktualisasi / perwujudan diri
Kebutuhan-kebutuhan tersebut mempunyai urutan hierarki. Keempat Kebutuhan pertama disebut kebutuhan “deficiency”. Kedua Kebutuhan berikutnya (aktualisasi diri dan estetik atau transendentasi) disebut kebutuhan “being”. Proses perwujudan diri erat kaitannya dengan kreativitas. Bila  bebas dari neurosis, orang yang mewujudkan dirinya mampu memusatkan dirinya pada yang hakiki. Mereka mencapai “peak experience” saat mendapat kilasan ilham (flash of insight)

  • Teori Rogers
Carl Rogers (1902-1987) tiga kondisi internal dari pribadi yang kreatif, yaitu:
  1. Keterbukaan terhadap pengalaman
  2. Kemampuan untuk menilai situasi patokan pribadi seseorang (internal focus of evaluation)
  3. Kemampuan untuk bereksperimen, untuk “bermain” dengan konsep-konsep.
D.3. Teori Cziksentmihalyi
Ciri pertama yang memudahkan tumbuhnya kreativitas adalah Predisposisi genetis (genetic predispotition). Contoh : seorang yang sistem sensorisnya peka terhadap warna lebih mudah menjadi pelukis dan peka terhadap nada lebih mudah menjadi pemusik.
  • Minat pada usia dini pada ranah tertentu
Minat menyebabkan seseorang terlibat secara mendalam terhadap ranah tertentu, sehingga mencapai kemahiran dan keunggulan kreativitas

  • Akses terhadap suatu bidang
Adanya sarana dan prasarana serta adanya pembina/mentor dalam bidang yang diminati sangat membantu pengembangan bakat.


Sumber :
tri.maryani.staff.gunadarma.ac.id (download folder kreativitas)